Kecamuk itu hadir Di antara harumnya aroma pinus Yang perlahan-lahan menjauh Meninggalkan getir tak berakhir Yang akan tersingkir Dengan kilauan kuning bebatuan yang mengintip di bebalik karang Milik kitakah Milik merekakah Narasi panjang terurai Menyelinap di sela sela nurani yang mulai goyah Menjadikan makna makna yang memaksa satu arah Agar tujuan itu tak berbeda Untuk kitakah Untuk merekakah Di bawah tiang bendera Kekalutan semakin menganga Menimbulkan perih yang menggema Menjadi tanya... Ini semua untuk siapa Ini semua demi siapa Pangmoed, 21 September 2019
Puisi Bahasa Gayo (Tengkeh)